*** Selamat Datang di website triwitono.staff.ugm.ac.id ***

Waktu_Sekarang

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Statistik Kunjungan
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday116
mod_vvisit_counterYesterday174
mod_vvisit_counterThis week581
mod_vvisit_counterLast week1309
mod_vvisit_counterThis month3231
mod_vvisit_counterLast month2643
mod_vvisit_counterAll days306649

We have: 2 guests, 3 bots online
Your IP: 54.211.44.195
 , 
Today: Aug 20, 2014
Kalender

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

MedlinePlus Health News
Press announcements and health news articles and videos
Medlineplus: A service of The National Library of Medicine
Home Teknologi Proses Pengolahan Proses Pembuatan Rengginang
Loading feeds...

Created by PHP Web Development Company

Proses Pembuatan Rengginang

Rengginang adalah salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang dibuat dari bahan beras ketan putih atau hitam, umumnya berbentuk lingkaran dengan ukuran tertentu, berasa manis atau gurih, dan mempunyai tekstur renyah. Ada beberapa macam variasi rengginang dengan cara pembuatan yang berbeda-beda, terutama pada bumbu yang ditambahkan, bentuk, dan juga ukurannya. Meskipun demikian, secara umum proses pembuatan rengginang relatif sama atau serupa. Berikut adalah salah satu cara pembuatan rengginang beras ketan yang banyak dilakukan.

Bahan utama : Beras Ketan (beras ketan putih atau hitam)
Bumbu : Bawang, udang, trasi, gula pasir, garam (untuk bumbu yang ditambahkan ini sangat tergantung pada rasa rengginang yang diinginkan. Untuk yang satu ini sangat dibutuhkan kreativitas dan daya inovasi kita. Contoh variasi Rasa rengginang yang telah diproduksi di pasaran adalah Rasa bawang, trasi, udang, gula merah, manis (gula pasir), nangka, durian, dan melon.
 
Proses Pembuatan Rengginang:
1.     Beras ketan dibersihkan dari kotoran dan sisa-sisa gabah ataupun sekam kalau masih ada
2.     Selanjutnya dicuci bersih, kemudian direndam dalam air selama 3-4 jam (beberapa jenis lain bahkan sampai 12 jam). Untuk lama perendaman ini sangat tergantung pada jenis beras ketan yang digunakan. Pada intinya proses perendaman ini adalah proses untuk memberi kesempatan terjadinya penetrasi air kedalam butiran beras ketan, sehingga proses pemasakan atau gelatinisasi pati nantinya berjalan dengan sempurna.
3.     Setelah direndam, beras ketan selanjutnya ditiriskan.
4.     Proses selanjutnya beras ketan dikukus. Sampai tahap ini, ada yang dikukus ½ matang kemudian ditambahkan / dicampur bumbu-bumbu kemudian dimasak kembali hingga matang, dan selanjutnya langsung dicetak.
5.     Variasi proses yang lain, beras ketan dikukus sampai ¾ matang dan selanjutnya ditambahkan bumbu dan dicampur merata. Pada variasi ini tidak lagi dilakukan pengukusan lagi melainkan langsung dicetak.
6.     Proses pencetakan. Pada umumnya pencetakan dilakukan secara manual dengan bantuan pola cetakan dari bambu atau potongan pipa pralon.
7.     Rengginang cetak manual yang dihasilkan tersebut selanjutnya dijemur hingga kering (2-4 hari).
8.     Proses terakhir adalah penggorengan dan pengemasan.
9.     Usahakan pengemasan yang menarik, diseal atau diikat dengan rapat agar tidak mlempem, lengkapi kemasan dengan informasi-informasi penting tentang produsen dan produk sesuai dengan persyaratan PIRT.
Untuk memperjelas uraian diatas, berikut adalah beberapa ilustrasi proses pembuatan rengginang beras ketan putih di  Sleman Yogyakarta.
 
 
 
 
 
 

Update terakhir (Sabtu, 17 Desember 2011 12:56)

 
Search
Google Translator
Indonesian English
Arsip Post
Radio_TV Online
Live Traffic Feed